#2
INAVIS
NUSANTARA MENGABDI
LOMBOK | KUPANG

Tentang Kami

INAVIS (Indonesia Aspiring Volunteering Society) adalah organisasi berbasis kesukarelawanan yang bercita-cita tinggi dan berkomitmen untuk mencapai hasil pembangunan kesejahteraan hidup dan sosial di Indonesia, Asia dan dunia.

Visi INAVIS adalah menjadi organisasi kesukarelawanan yang meningkatkan kepedulian masyarakat untuk bersama-sama bercita-cita luhur menjadi solusi bagi setiap permasalahan yang ada di sekitar kita.

Misi INAVIS:
1. Mengkoneksikan dan mengoptimalkan potensi dari para pemuda untuk bergerak bersama menjadi lentera bagi masyarakat di sekitar kita terutama di bidang mitigasi bencana, pengembangkan kesejahteraan hidup dan social
2. Menyelenggarakan program-program kesukarelawananan yang bertanggungjawab, inovatif, terpercaya dan mengagumkan.

Donasi Tersalurkan

Donasi Tersalurkan Sejak Januari 2017 oleh INAVIS dan mitra pada program-program pemberdayaan masyarakat

Rp121.690.500

Program Terdekat

Program yang akan kami jalankan dalam waktu dekat

Rincian Program

Rincian lebih detail mengenai program Nusantara Mengabdi #2

Program yang bagus harus didasarkan pada nilai yang diartikulasikan dengan jelas dan filosofi yang mencerminkan nilai-nilai tersebut. Model ini didasarkan pada penilaian dan promosi pertumbuhan dan pembelajaran, kolaborasi, inklusivitas, keragaman, keterbukaan, kreativitas, fleksibilitas, inovasi, dan harmoni. Ini juga menggunakan pendekatan sistem, yang mendefinisikan kepemimpinan sebagai sistem kompleks yang melibatkan keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan tentang “pemimpin”, keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan tentang “pengikut” dan konteks di mana semua berinteraksi. Ini berarti bahwa setiap anggota kelompok memiliki potensi dan tanggung jawab untuk menjadi “pemimpin” yang menyumbangkan keahlian, perspektif, dan gagasan uniknya untuk membuat kelompok tersebut efektif.

Model ini juga didasarkan pada beberapa asumsi. Yang pertama adalah bahwa pengembangan kepemimpinan itu penting karena menyediakan anggota kelompok dengan keterampilan, pengetahuan dan kemampuan yang mereka butuhkan untuk bekerja secara lebih efektif untuk menghadapi isu-isu yang dihadapi masyarakat atau kelompok, dan bahwa semakin terampil anggota kelompok tersebut , Semakin besar kemungkinan kelompok tersebut akan mengembangkan solusi kreatif dan sukses untuk masalah sulit.

Asumsi kedua adalah bahwa pemuda mampu mengembangkan potensi kepemimpinan mereka melalui proses yang sama (misalnya menganalisis masalah, meningkatkan kesadaran diri, mengembangkan keterampilan, menerapkan pembelajaran, dll.) Sebagai orang dewasa. Model ini mengasumsikan bahwa pemuda mampu dan dapat memanfaatkan kepemimpinan dan menggunakan kepemimpinan tersebut untuk menganalisis masalah masyarakat, menentukan strategi untuk menangani masalah tersebut, dan menerapkan rencana tindakan.

Asumsi ketiga adalah bahwa orang belajar dengan cara yang berbeda. Hal ini membuat penting agar kegiatan belajar mengatasi berbagai gaya belajar. Program harus dirancang untuk secara aktif melibatkan peserta dalam berbagai pengalaman dan membantu mereka dalam belajar dari pengalaman tersebut. Peserta memiliki kesempatan untuk memperoleh dan secara aktif mempraktikkan keterampilan baru.

Asumsi keempat adalah bahwa partisipasi dalam “masyarakat global” abad ke-21 akan mewajibkan orang untuk menghargai dan membangun keragaman, dan untuk mengetahui bagaimana bekerja secara kooperatif dan kolaboratif dengan berbagai orang. Program harus menekankan kegiatan kelompok koperasi dan pengembangan keterampilan untuk membangun pengetahuan dan kemampuan unik dari semua anggota kelompok dengan cara yang menghargai dan menghargai keragaman.

Asumsi terakhir adalah bahwa pelaksanaan program yang efektif memerlukan keterlibatan orang-orang yang terkena dampak program tersebut, termasuk kaum muda. Hal ini memerlukan pola pikir yang mengundang dan inklusif dari perencana program, dan berarti bahwa mereka yang terkena dampak program harus dilibatkan sejak tahap perencanaan awal melalui implementasi dan evaluasi akhir.

Tujuan dari program ini adalah untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman bahwa kaum muda perlu menjadi pemimpin yang efektif dalam masyarakat yang beragam secara budaya.

Sasaran dari program ini meliputi:

• Meningkatkan pemahaman peserta terhadap konsep kepemimpinan dan bagaimana konsep tersebut berbasis budaya;
• Meningkatkan pemahaman dan penghargaan para peserta terhadap keragaman budaya;
• Membantu peserta dalam mengembangkan keterampilan khusus yang dibutuhkan untuk kepemimpinan yang efektif;
• Memberikan peserta proses untuk memeriksa masalah yang terkait dengan komunitas mereka dan pengetahuan tentang isu-isu tersebut;
• Meningkatkan kesadaran peserta tentang diri mereka dan bagaimana hubungan mereka dengan orang lain; dan
• Memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman melalui layanan yang bermakna kepada masyarakat.

  1. KOORDINASI DAN KOMUNIKASI
    Sebelum dilaksanakan program, diadakan riset untuk menilai keadaan ekonomi warga, seperti juga pertanyaan umum tentang standar hidup mereka, berapa banyak tanggungan yang mereka miliki, dan situasi keuangan mereka. Selain itu juga berkoordinasi dengan para pemangku kebijakan untuk persiapan program ini.
  2. KETERLIBATAN MASYARAKAT
    Keterlibatan masyarakat berbasis luas sangat penting bagi program pengembangan masyarakat. Program kepemimpinan pemuda ini harus dipandu oleh sebuah komite yang terdiri dari perwakilan agen pelayanan manusia, pendidikan, lembaga keagamaan, bisnis, kelompok etnis / budaya di masyarakat, dan kelompok lain yang memiliki kepentingan dalam pengembangan masyarakat. Keterlibatan basis masyarakat yang luas dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program harus memastikan bahwa 1) program akan relevan dengan kebutuhan masyarakat; 2) program ini akan membahas beragam nilai dan perspektif budaya dari masyarakat; 3) program ini akan didukung oleh segmen masyarakat yang luas; 4) anggota masyarakat akan lebih sadar akan isu pemuda dan mendukung kaum muda di masyarakat; Dan 5) anggota masyarakat akan meningkatkan pengembangan kepemimpinan masyarakat mereka sendiri melalui partisipasi mereka dalam program ini. Dengan cara ini, program ini tidak hanya berdampak pada pemuda yang merupakan peserta program, tapi juga anggota masyarakat yang bekerja dengan kaum muda.
  3. BANTUAN TEKNIS
    Intervensi dukungan yang disesuaikan disampaikan oleh: (1) kunjungan bantuan teknis oleh anggota INAVIS, (2) penyebaran profesional dari dalam Jaringan INAVIS (Penasehat Internal), dan (3) penyebaran para profesional di luar Jaringan INAVIS (Penasehat Eksternal ). Spesialis dari topik masing-masing.
  4. PENYEBARAN PENGETAHUAN:
    Menyediakan sumber informasi dan alat untuk meningkatkan kemampuan dari pelaksana program. Layanan ini sebagian besar akan diberikan melalui mekanisme online serta melalui pertemuan tatap muka dan lokakarya. Kami telah bermitra dengan beberapa organisasi dan akan terus bekerja sama dengan orang lain untuk kompetensi dan kualitas organisasi.
  5. PENGHARGAAN BUDAYA
    Penekanan pada keragaman budaya dalam pendekatan nilai pada kepemimpinan dan perilaku yang diharapkan akan tertanam dalam keseluruhan program. Ini termasuk pengakuan akan berbagai cara untuk mendefinisikan kepemimpinan, berkomunikasi, menilai melakukan dan bersikap, merasa nyaman dengan berbagi pemikiran dan perasaan dengan orang lain, menaruh perhatian pada kerendahan hati, dan mengatasi konflik. Perbedaan tersebut harus diakui dalam perencanaan program, dimasukkan ke dalam perancangan program, dan secara terbuka diakui oleh peserta, staf, dan anggota masyarakat yang terlibat dalam program ini. Pada pembukaan kegiatan untuk program ini, penekanan utama akan diberikan pada menghargai keragaman budaya. Salah satu kegiatan pertama di retret adalah pengembangan seperangkat norma untuk memandu perilaku peserta selama program berlangsung. Norma yang disarankan mencakup pengakuan perbedaan budaya dan toleransi terhadap kesalahpahaman berdasarkan perbedaan tersebut. Hal ini akan membantu mengatur pelaksanaan program untuk mengenali dan menghadapi perspektif dan nilai yang berbeda, dari berbagai budaya berbeda terhadap situasi apa pun. Pengalaman yang dirancang untuk meningkatkan apresiasi budaya harus berfokus pada pengembangan kesadaran diri akan budaya, membandingkan karakteristik budaya, dan mengembangkan kemampuan untuk menganalisis perbedaan budaya. Peserta akan mengambil bagian dalam simulasi yang dirancang untuk menunjukkan efek budaya terhadap perilaku. Para peserta juga akan meneliti budaya mereka sendiri berdasarkan model nilai budaya.
  6. KETERAMPILAN DAN PENGETAHUAN
    Desain pelatihan yang spesifik akan dikembangkan untuk mencantumkan konsep-konsep kunci yang akan dipresentasikan, tujuan perilaku spesifik, membuat daftar kegiatan pembelajaran untuk memastikan bahwa tujuan perilaku terpenuhi, dan mengidentifikasi presenter / sumber daya manusia, persyaratan waktu, peralatan dan persediaan yang dibutuhkan. Secara umum, metodologi akan meminta peserta untuk mengidentifikasi elemen pengalaman (baik terstruktur ke dalam pelatihan atau berdasarkan pengalaman hidup peserta), merenungkan dan menganalisis makna dan pengalaman, dan menggeneralisasi tentang bagaimana menerapkan pengetahuan, Keterampilan, dan pemahaman dalam situasi lain. Kurikulum harus menggabungkan dua bidang spesifik: keterampilan kepemimpinan dan pengetahuan tentang isu-isu.

    1. Keterampilan Kepemimpinan: Peserta akan didorong untuk berbagi nilai-nilai pribadi dan budaya dan cara-cara di mana nilai-nilai mempengaruhi pandangan kepemimpinan. Keterampilan kepemimpinan yang mungkin ditanggung melalui program mencakup perubahan, memperbaiki komunikasi, mengelola konflik, membuat keputusan, membangun kelompok yang efektif, mengelola rapat, merencanakan dan menyusun strategi, dan memecahkan masalah.
    2. Pengetahuan tentang Masalah: Peserta akan mencantumkan isu-isu yang dihadapi masyarakat yang mereka anggap penting. Penekanan akan ditempatkan pada memeriksa semua sisi sebuah isu dan memeriksa implikasi dari nilai budaya yang berbeda mengenai masalah ini. Metodologi mungkin mencakup debat atau diskusi titik balik / counterpoint oleh anggota masyarakat yang terlibat dengan isu atau perdebatan di mana tim muda menghadirkan semua sisi masalah.
  7. SELF-AWARENESS
    Salah satu masalah psikologis utama bagi masyarakat adalah mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang diri mereka sendiri. Ini berarti bahwa komponen kesadaran diri sangat penting bagi program pengembangan masyarakat. Peserta akan diberi waktu untuk merenungkan nilai, bakat, keterampilan, dan cara mereka masing-masing untuk menggunakan kemampuan mereka sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan kepada orang lain. Sepanjang program ini, para peserta didorong untuk mengembangkan kesadaran akan dampak yang mereka hadapi terhadap orang lain. Peserta juga akan didorong untuk menyimpan jurnal dan untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari tentang diri mereka dan bagaimana hubungan mereka dengan orang lain.
  8. APLIKASI PEMBELAJARAN
    Penerapan keterampilan, pengetahuan, dan pemahaman yang diperoleh melalui program sangat penting untuk memastikan bahwa peserta belajar untuk menggeneralisasi dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari dalam situasi lain. Model program pengembangan kepemimpinan ini menuntut dua cara di mana peserta akan menerapkan pembelajaran mereka: melalui program pelayanan masyarakat dan melalui mentor.Peserta akan mengidentifikasi berbagai kebutuhan di masyarakat, memprioritaskan dan memilih area spesifik untuk bekerja, dan akan bekerja dalam kelompok kecil untuk merancang proyek tertentu, melaksanakan dan mengevaluasi proyek. Melalui proses ini, mereka akan menjadi lebih terlibat dalam masyarakat, merasakan peran mereka di masyarakat dan memberikan layanan yang nyata. Staf akan memfasilitasi proses di mana kelompok siswa memilih prioritas dan proyek perancangan, melaksanakan proyek-proyek ini, dan mengevaluasi keefektifan kelompok dalam melaksanakan proses ini.Komponen mentoring dari program ini akan sesuai dengan peserta dengan anggota masyarakat yang akan berperan sebagai model, pemandu, pelatih, dan kepercayaan untuk kaum muda. Hubungan mentor-partisipan akan bervariasi tergantung pada kebutuhan dan tujuan pasangan tertentu. Mentor dapat membantu peserta program dalam mengembangkan keterampilan khusus, bertemu dengan orang-orang tertentu di masyarakat, dan memberikan dukungan untuk pengembangan pribadi dan kepemimpinan secara keseluruhan sementara pemuda terlibat dalam program ini.
  9. KOMENTAR DAN DUKUNGAN
    Umpan balik dan dukungan, elemen kunci dalam program pengembangan kepemimpinan, sangat penting untuk sebuah program yang dirancang untuk remaja yang cenderung memperhatikan siapa mereka dan bagaimana persepsi orang lain terhadap mereka. Penting agar suasana kepercayaan dan penerimaan akan dikembangkan sehingga peserta merasa nyaman dengan memberi dan menerima umpan balik. Sesi pembukaan akan menekankan norma bersama mengenai umpan balik serta pengembangan kepercayaan dan semangat tim di antara peserta. Tantangan fisik seperti permainan orienteering dan inisiatif dan aktivitas membangun kepercayaan seperti aktivitas pemecah batas verbal akan menjadi model norma-norma ini. Pengalaman pengambilan risiko terstruktur membangun rasa percaya diri dan solidaritas kelompok. Peserta juga akan diberi informasi tentang proses pemberian dan penerimaan umpan balik, dan akan diberi kesempatan untuk mempraktikkan prosesnya.Staf dan anggota masyarakat yang terlibat dalam program ini juga akan memberi (dan menerima) umpan balik yang membangun mengenai keterampilan, bagaimana individu dirasakan, dan keefektifannya sebagai pemimpin. Orang dewasa ini juga akan didorong untuk mengembangkan hubungan yang mendukung dengan para peserta untuk membantu remaja mengatasi tekanan masa remaja dan kepemimpinan, untuk berbagi prestasi, untuk membantu pemecahan masalah, dan untuk berbagi informasi mengenai sumber daya lain yang ada di masyarakat.Penting agar para peserta mengenali jaringan pendukung lainnya yang tersedia bagi mereka. Selama program berlangsung, para peserta akan memeriksa jaringan pendukung yang mereka miliki, termasuk teman, keluarga, guru, konselor, dan lain-lain, dan akan membahas cara mereka dapat mencari dukungan yang mereka butuhkan. Penekanan juga akan ditempatkan pada cara di mana seseorang dapat secara efektif memberikan dukungan bagi orang lain.
  10. EVALUASI
    Setiap peserta akan menyelesaikan evaluasi tertulis untuk program ini. Evaluasi akan berfokus pada kegunaan program, relevansi informasi yang disajikan dan saran untuk perubahan untuk meningkatkan relevansi dan cara peserta menerapkan apa yang mereka pelajari.Pada sesi terakhir, peserta saat ini, peserta masa lalu (setelah program ini telah ada selama setahun), presenter sesi dan fasilitator, anggota komite, dan staf semuanya akan berpartisipasi dalam evaluasi lisan terhadap keseluruhan program. Masukan dari sesi ini akan digunakan dalam merancang program tahun depan. Evaluasi pihak ketiga terhadap keseluruhan program juga akan dilakukan untuk memberikan informasi yang obyektif tentang keberhasilan program dalam mencapai tujuan program.

• Peningkatan akses terhadap kayu melalui penanaman pohon, konservasi prasasti, dan metode pemanenan kayu alternatif atau yang lebih efisien.

• Meningkatnya ketahanan pangan dan gizi rumah tangga.

• Meningkatnya jumlah anak yang bersekolah di sekolah dasar, yang akan menjadi batu loncatan bagi pertumbuhan dan perkembangan masa depan mereka.

• Meningkatkan kesehatan dengan mengurangi kejadian penyakit dari akses yang lebih baik terhadap udara bersih dan sanitasi yang aman.

• Mengurangi degradasi tanah dan hutan dari peningkatan keterampilan dan pengetahuan di antara komunitas yang berpartisipasi untuk keperluan sumber daya alam mereka guna meningkatkan penanaman pohon, meningkatkan efisiensi penggunaan kayu; Dan peningkatan penggunaan bahan alternatif untuk konstruksi dan bahan bakar.

• Meningkatkan ketahanan rumah tangga terhadap perubahan iklim, kekeringan, banjir, dan wabah penyakit dan hama.

• Meningkatnya pendapatan dari perusahaan yang terkait dengan produksi, pengolahan dan pemasaran produk pertanian dan sumber daya alam.

• Mendokumentasikan pengalaman dan keberhasilan untuk membangun model untuk replikasi, perluasan, dan adaptasi ke area lain di setiap negara dan juga di negara-negara tetangga.

• Mengurangi kejadian pekerja anak dan penguatan di sekolah oleh anak-anak.

• Munculnya program spin-off terhadap isu-isu yang menjadi kepentingan bersama bagi semua mitra (pengembangan bahan yang lebih baik untuk pendidikan dasar; program peningkatan nutrisi dan kesehatan, pencegahan keterjangkitan HIV-AIDS).

• Meningkatnya investasi dari pemangku kepentingan lainnya untuk program, penguatan atau mendiversifikasi program.

Lokasi

Lokasi pelaksanaan Nusantara Mengabdi #2

KUPANG, NTT

NUSA TENGGARA TIMUR

Read More
x

KUPANG, NTT

Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk Daerah Tertinggal karena tertinggal dalam memberi akses pada pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi rakyatnya dibandingkan dengan daerah lain di Nusantara. Seandainya Ibunda Jonni memperoleh pelayanan melahirkan di rumah sakit dan tenaga medis yang memadai, ia tidak harus meninggal.

Kemiskinan menghambat rakyat memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Daerah miskin pada umumnya ditandai dengan tingginya kematian ibu dan anak. Hal ini berkaitan dengan penolong kelahiran. Secara nasional, 4 dari 5 kelahiran bayi dibantu oleh dokter atau bidan. Di NTT, hanya 1 dari 2 kelahiran dibantu tenaga medis.

Menurut hasil survei Badan Pusat Statistik, pada tahun 2012 tercatat lebih dari satu juta orang atau 21% penduduk NTT yang tergolong miskin. Bahkan, dalam dua tahun terakhir makin banyak rakyat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang miskin. Pada tahun 2015 dan 2016 NTT berada pada peringkat ketiga provinsi termiskin di Indonesia. Khususnya di Kabupaten Kupang, Angka kemiskinan masih terbilang cukup tinggi mencapai 20,06 persen, dengan indeks keparahan kemiskinan 3,28 persen dan 0,78 persen.

Kemiskinan di NTT membawa hal buruk lainnya berupa perdagangan manusia. National Project Coordinator IOM Indonesia, Nurul Qoiriah mengungkapkan bahwa sedikitnya 7.193 orang dengan 82 persen perempuan dan 18 persen laki-laki telah teridentifikasi sebagai korban tindak pidana perdagangan orang. 78 persen terjerat pada situasi perdagangan orang akibat kemiskinan dan tidak dapat berkompetisi pada pasar tenaga kerja. Selain kemiskinan dan tidak memiliki kompetensi dalam negeri dikarenakan pendidikan dan keterampilan yang tidak memadai,

Selain pelayanan kesehatan, kemiskinan juga ditandai rendahnya akses rumah tangga pada listrik. Secara nasional, 95% rumah tangga menikmati aliran listrik, sementara di NTT hanya 54%.

Untuk memajukan Kupang, segenap elemen bangsa perlu segera membangun kekuatan dan modal manusia yang dimilikinya. Membangun pendidikan bagi anak-anak NTT khususnya di Kupang merupakan dorongan untuk dapat bersaing dan maju seperti daerah lainnya.

Lombok, NTB

NUSA TENGGARA BARAT

Read More
x

Lombok, NTB

Kecamatan Sekotong merupakan wilayah dataran rendah di tepi pantai yang mempunyai topografi berbukit dan landau yang membentang di seluruh wilayah. Hampir keseluruhan wilayahnya berbatasan dengan pesisir dan laut. Kualitas sumberdaya manusia di Kecamatan Sekotong relative masih rendah. Hal ini terlihat dari masih cukup besarnya jumlah penduduk yang berpendidikan tidak tamat sekolah dasar.

Adanya indikasi banyaknya penduduk yang belum tamat SD tersebut menuntut kepedulian dan perhatian seluruh pihak untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah tersebut agar jumlah yang berpendidikan lebih tinggi dapat meningkat. Sedangkan peningkatan kualitas SDM pada penduduk dewasa diperlukan guna mendukung pengembangan ekowisata di kawasan ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan informal seperti pemberian pelatihan-pelatihan tentang keterampilan yang berkaitan dengan wisata seperti pembuatan kerajinan tangan, pemandu wisata, perhotelan dan sebagainya.

Berdasarkan data BPS tentang sektor pekerjaan utama penduduk di Kecamatan Sekotong, diketahui bahwa sektor pertanian menduduki tempat tertinggi, di mana sektor pertanian yang dimaksud dalam arti luas, termasuk peternakan dan perikanan. Jadi dari data tersebut, jumlah penduduk yang bekerja sebagai nelayan tidak dapat diidentifikasi dengan jelas, padahal cukup banyak penduduk yang bermukim di wilayah pesisir. Mengingat tingkat kemiskinan masih sangat tinggi, yakni 17,11 persen atau setara dengan 11.138 jiwa, maka inisiatif untuk mengoptimalisasi potensi alam menjadi sangat diperlukan.

Program Nusantara Mengabdi #2 tergerak untuk memanggil para pemuda terbaik di seluruh Indonesia untuk turut serta membangun Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Kualitas sumberdaya manusia yang dapat meningkat pasca program ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam yang telah sangat melimpah di sana untuk memberikan kesejahteraan bagi warga sekitar.

Timeline

Alur pendaftaran yang akan dilalui pada program Nusantara Mengabdi

10 September 2017
Deadline Seleksi Form dan Administrasi

16 September 2017
Pelaksanaan Seleksi Wawancara (25 orang/lokasi)

Pelaksanaan Program (10 orang/lokasi)

Daftar

Segera daftarkan dirimu menjadi bagian dari Nusantara Mengabdi #2! Hanya 10 menit untuk proses pendaftaran tahap pertama.

Kupang, Nusa Tenggara Timur
Lombok, Nusa Tenggara Barat
  1. Membaca informasi program dan lokasi pemberdayaan dengan seksama
  2. Mengisi form pendaftaran di bit.ly/nusantaramengabdi2
  3. Melakukan pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp100.000 melalui rekening Bank Permata (Kode Bank: 013) 8545580000520942 a/n INAVIS
  4. Membagikan publikasi “SAYA SUDAH MENDAFTAR” di akun instagram/Line Anda. Kontent publikasi ada di instagram dan Line INAVIS

50 Peserta terpilih akan melakukan proses wawancara untuk menjelaskan mengenai program-program yang akan dijalankannya ketika ditempat pelaksanaan kegiatan

Pelaksanaan program dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. 10 Peserta di tiap lokasi akan diberangkatkan dari Surabaya dengan tiket pesawat sudah ditanggung oleh panitia.

Fasilitas:

  1. Tiket Pulang Pergi dari Bandara Djuanda, Surabaya
  2. Akomodasi dan konsumsi selama kegiatan
  3. Transportasi Lokal
  4. Persiapan, perencanaan dan perizinan program
  5. Pendampingan pelaksanaan program
  6. Sarana dan prasarana pelaksanaan program
  7. Sertifikat
  8. Asuransi

Contact

ADDRESS

Pandansari, Kabupaten Malang, Jawa Timur

PHONE

+6283866999199

Search

2017 INAVIS